29 Januari 2016

SHOPAHOLIC ABROAD by SOPHIE KINSELLA

Diposting oleh Mellisa Assa di 10:40:00 AM 0 komentar Link ke posting ini
Judul: Shopaholic Abroad: Si Gila Belanja Merambah Manhattan (Shopaholic #2)
Penulis: Sophie Kinsella
Penerjemah: Siska Yuanita
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792203226
Tebal Buku: 496 halaman

Oh my God, Rebecca Bloomwood, you're really need a rehab. Yang sudah baca atau pernah nonton Confession Of A Shopaholic, pastinya sudah mengenal banget dengan tokoh Becky. Si gila belanja dengan kartu kredit, pengangguran dan utang menumpuk. Becky kembali lagi. Dengan godaan belanja yang mulai bisa dia tekan sedikit demi sedikit. Meski sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai pakar keuangan di acara TV, tapi Becky belum memiliki aset tetap, dan pendapatan serta pengeluarannya hampir tidak seimbang.
Tapi Becky masih juga kalap. Saat diajak Luke ke Manhattan, Becky semakin gila belanja. Tanpa dia sadari, ada seseorang yang mengikutinya. Dan dalam sekejap, dunia Becky jungkir balik. Daily World memuat beritanya, memutarbalikkan omongan Suze, sahabatnya, dan menyebut Becky munafik karena sebagai pakar keuangan dengan motto Look your money and the money will look after you, Becky justru tidak bisa membendung hasrat belanjanya, dan punya hutang menumpuk. Bertengkar hebat dengan Luke, gagal mendapat tawaran pekerjaan di New York, dan kehilangan pekerjaannya. Dunia Becky seakan runtuh. Tapi Becky tidak menyerah. Dengan bantuan Suze dan Tarquin, serta dukungan kedua orangtuanya, Becky kembali menemukan jalan untuk bebas dari belitan hutang.
Aduuuh kayak ikutan stres dengan gila belanjanya si Becky ini. Kebanyakan orang juga hobi berbelanja, tapi belanja apa yang dibutuhkan saja. Siapa sih yang nggak silau dengan pakaian, tas, sepatu dan aksesori bermerek? Tapi belinya yah pas lagi butuh saja. Si Becky ini, bukan cuma silau saja, tapi dia seriiiing banget belanja barang-barang yang nggak dia butuhkan. Kayak beli kartu-kartu ucapan, yang dia sendiri belum tahu kapan bakalan bisa memanfaatkan kartu tersebut. Apalagi total harga belanjaannya melampaui batas overdraft dan penghasilannya setiap bulan. Yah, aku juga memang harus mengakui sih, kalau punya kebiasaan yang hampir mirip dengan Becky. Bedanya, aku suka belanja buku walau udah jelas-jelas timbunan aku masih banyak juga hehehe.
Seperti biasa Sophie Kinsella bertutur dengan begitu asyik dan ringan. Pembaca nggak akan dilanda kebosanan, dan pasti akan selalu menyeletuk atau memutar bola mata tiap kali Becky beli baju lagi dengan alasan klasik: nggak punya apapun untuk dipakai, padahal baru belanja seabrek. Diajak santai-santai dulu, baru mulai diajak serius saat konflik mulai mendera, dan terakhir bisa bernapas lega. Dan, akhirnya yah, Becky bisa juga menemukan pekerjaan yang pas dengan hobi dan passion-nya. Dari awal baca, aku memang sudah bertanya-tanya kenapa Becky nggak memilih pekerjaan sebagai fashion stylist saja. Dia memang sangat berbakat dalam hal itu, dan kemampuan berbicaranya yang luar biasa. Sebenarnya, kalau perhatian Becky ini nggak tertuju ke kegilaannya belanja, dia punya banyak kemampuan yang akan berguna di mana saja dia bekerja nanti. Hmmmm,,,harus sedia kocek juga ini untuk mengincar seri shopaholic lainnya, karena aku masih penasaran dengan kelanjutan kisah Becky, dan juga asmaranya pastinya :)

3,5 of a 5 Stars

27 Januari 2016

{CHALLENGE} 20 BOOKISH FACTS ABOUT ME

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:57:00 AM 0 komentar Link ke posting ini
Tahun 2016 jadi tahun untuk menantang diri aku supaya bisa lebih giat lagi membaca. Masih banyak resolusi aku yang berkaitan dengan hobi membaca aku yang belum kesampaian, dan FAKTA bahwa sampai sekarang aku menyimpan beberapa rahasia yang bersangkutan dengan buku. Kebetulan nemu challenge ini di blognya mbak Nia F. S Kartadilaga, setelah blog walking di blognya Sulis Gampang aja kok, cuma mengungkapkan 20 fakta yang berkaitan dengan hobiku dan kecintaanku dengan buku, berhadiah pula kalau beruntung. Dari yang biasa-biasa aja sampai ke rahasia yang cuma aku dan Tuhan yang tahu *lebaaaaaay* :D

So, here is my #20BookishFactsAboutMeGA:

  1. Zaman SMP-SMA adalah zaman backstreet alias zaman sembunyi-sembunyi baca sama beli komik dan novel karena ditentang keras orangtua. Mendingan baca buku pelajaran aja, kata mereka waktu itu.
  2. Masih SMP sudah dicekoki novel jadul dewasa sama teman. Saking sukanya baca, semua jenis bacaan dihajar :D
  3. Baru mengenal novel lini metropop-nya GPU di tahun 2010 lewat novel tetralogi musim Ilana Tan. Sampai bela-belain beli Summer In Seoul sama Winter In Tokyo demi melengkapi koleksi padahal sudah baca duluan.
  4. Posesif dengan koleksi buku, karena dulu nggak pernah diijinin beli -apalagi dibeliin-.
  5. Saking posesifnya, kalau ada yang mau pinjam dan orangnya nggak aku percaya, suka alasan kalau novelnya belum selesai dibaca atau cuma pinjam punya sepupu.
  6. Bisa baca buku di mana saja, tapi durasi baca lebih cepat kalau bacanya di kamar sambil tiduran.
  7. Nggak pernah berhasil menyelesaikan bacaan dalam bentuk E-Book.
  8. Terobsesi menurunkan hobi membaca ke anak-anak, dengan cara beliin berbagai majalah anak dan suka nyesek sendiri melihat nasib dari sampul majalah yang kadang sudah dicoret-coret, kadang sobek bahkan sampai lepas T.T
  9. Masih belum bisa nyambung dengan novel-novel sastra.
  10. Suka menargetkan waktu menyelesaikan bacaan untuk buku-buku tebal yang lebih dari 400 halaman. Misalnya dalam tiga hari sudah harus selesai. Biasanya berhasil, walau kadang udah mau muntah rasanya hehehe.
  11. Masih enggan membaca karya penulis yang pernah kena kasus plagiarisme.
  12. Sering susah move on dari karakter-karakter di novel, apalagi kalau novelnya trilogi. Tris dan Four (Divergent Trilogy), dan tokoh-tokoh utama di Tetralogi Musim Ilana Tan adalah beberapa contoh dari sekian banyaknya tokoh yang bikin aku susah move on.
  13. Karya penulis-penulis favorit aku punya tempat tersendiri di rak.
  14. Dalam waktu dua tahun sudah mengoleksi 100-an timbunan.
  15. Rencana babat timbunan tahun ini gatot karena baru bulan Januari sudah belanja 9 novel, belum termasuk 4 novel yang titip dibeliin sama teman dan belum diambil. *Lirik ongkir* *kalem*
  16. Lebih suka beli buku sendiri daripada pinjam.
  17. Kalau sudah suka dan jatuh hati dengan satu buku, nggak peduli harganya berapa langsung beli aja. Dengan catatan kalau pas lagi ada duit.
  18. Punya penyakit semangat membaca di triwulan I, menurun dikit di triwulan II, nggak baca apa-apa sama sekali di triwulan III dan mengejar target reading challenge sampai ngos-ngosan di triwulan IV. Bad habbit untuk seseorang yang mengaku maniak buku.
  19. Rajin bikin review cuma ke buku-buku yang diikutkan dalam reading challenge atau buntelan.
  20. Punya keinginan membaca 100 buku dalam setahun, yang belum juga kesampaian karena bad habbit di poin 18.
Nah, demikianlah 20 fakta pecinta buku versi aku. Mudah-mudahan saja korban-korban aku di poin 5 nggak ada yang baca postingan ini hehehe. 
Yang mau ikutan, ayoooooo, seru lho challenge yang satu ini. Caranya gampang, tinggal klik aja gambar di bawah ini, dan selamat mengungkapkan fakta slash setengah curcol versi kalian masing-masing  :D

With Love,
Mellisa ;)



25 Januari 2016

BLACK ANGEL by INDAH HANACO

Diposting oleh Mellisa Assa di 2:09:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: Black Angel
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Triani Retno A
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-602-96026-8-5
Tahun Terbit: 2011
Genre: Dark Drama, Romance
Rating: 3 of a 5 Stars
 
Kehidupan Avril tadinya normal-normal saja. Merupakan putri bungsu dari dua bersuadara, dari keluarga kaya-raya ditambah fisik yang rupawan, membuat kehidupan Avril nyaris sempurna. Tapi saat tanpa sengaja membongkar kedok sang ayah, hidup Avril jadi hancur. Ayah yang disayanginya, yang dikaguminya ternyata selama ini menyimpan rahasia besar dari keluarganya. Kepergian sang kakak, disusul tidak lama kemudian oleh sang ayah membuat jiwa Avril seolah-olah ikut mati. Avril menjauhi kehidupan sosialnya dan sahabatnya Naila. Dia justru menjerumuskan hidupnya menjadi pencuri dan pelacur demi mengejar adrenalin dan kepuasan, dan sebagai bentuk balas dendam pada mendiang ayahnya. Kehidupan Avril berubah setelah bertemu dengan Prue, pemilik butik dan seorang transgender. Alasan Prue memilih operasi ganti kelamin, sedikit banyak menyadarkan Avril dan membuat keduanya dekat. Dan saat sosok Aidan muncul dan memintanya untuk menjadi pacar pura-pura, Avril jadi tahu rasa dicintai itu seperti apa. Tapi dia juga harus sadar diri mengingat masa lalunya, dan posisinya saat ini yang hanya sebagai pacar pura-pura Aidan.
===
Ahhhhh mbak Indaaaah, Mirza-nya kok mati sih?????
Black Angel ini jadi novel dengan sentuhan berbeda dari mbak Indah. Mbak Indah nggak tanggung-tanggung mengangkat isu yang masih tabu di negara kita. Baca bagian awalnya saja sudah dibikin syok. Tapi sejauh ini, aku lebih menyukai novel ini dibanding novel lain mbak Indah yang sudah aku baca. Lebih kerasa feel-nya dan banyak pesan moral yang bisa kita petik. Antara lain, cara Avril dan sang mama menghadapi masalah. Novel ini mengajarkan kita untuk tidak mengambil tindakan seperti yang dilakukan Avril dan keluarganya saat menghadapi masalah. Kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok, jadi jangan sampai menyia-nyiakan diri. Aku salut dengan tokoh Prue, walau nggak sepenuhnya setuju juga sih dengan alasan kenapa dia sampai melakukan operasi transgender, apalagi karena tidak ada masalah dengan dirinya ataupun orientasi seksualnya. Dan sosok Aidan muncul bagaikan oase di padang gurun.
Penuturan mbak Indah enak. Novel ini bisa dilahap dalam sekali duduk. Aku hanya ingin mengoreksi penerbitnya saja, karena aku menemukan susunan halaman yang berulang di novel milik aku ini yaitu kalau tidak salah di halaman 56-64. Sebaiknya lebih teliti lagi dan diperbaiki kalau nantinya novel ini akan cetak ulang. Selebihnya, tidak ada masalah dengan novel ini.

CINDER by MARISSA MEYER

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:21:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Judul : Cinder - The Lunar Chronicles
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K.
Penerbit: Spring
Tahun Terbit: 2016
Genre: Fantasi, Young Adult, Distopia, Romance

Novel ini bersetting di masa setelah Perang Dunia Keempat. Dimana negara hanya terbagi enam yaitu Kerajaan Inggris, Federasi Eropa, Uni Afrika, Republik Amerika, Australia dan Persemakmuran Timur. Persemakmuran Timur berpusat di New Beijing dan dipimpin oleh Kaisar Rikan yang bertahun-tahun mencoba menjaga perdamaian dengan Bulan, yang dipimpin oleh Ratu Levana. Orang-orang Bulan sangat kuat, dan Ratu Levana sedang bersiap-siap untuk menaklukkan Bumi dengan kemampuan mereka yang bisa memanipulasi orang. Saat ini, Bumi tengah diserang wabah letumosis, wabah yang ternyata dibawa oleh orang-orang Bulan yang melarikan diri ke Bumi. Kaisar Rikan menjadi salah satu korban yang terkena wabah letumosis, membuat Pangeran Kai harus bersiap-siap menjadi kaisar apabila ayahnya meninggal.
Linh Cinder adalah seorang cyborg dan mekanik handal di New Beijing. Kehidupannya seperti Cinderella, yang tinggal bersama ibu angkatnya Adri, dan dua saudara angkatnya Pearl dan Peony. Cinder harus bekerja siang dan malam demi menghidupi walinya dan dua saudaranya. Berbeda dengan Pearl yang memperlakukannya dengan kasar, Peony justru menyayanginya dan menganggapnya seperti suadara kandung. Kemunculan Pangeran Kai yang tiba-tiba di stan-nya, membuat kehidupan Cinder selanjutnya jadi berbeda. Pangeran Kai memintanya untuk memperbaiki Nainsi, robot androidnya. Cinder yang awalnya kebal dengan pesona Pangeran Kai yang sudah jadi idola di seluruh dunia, mau tidak mau jatuh dalam pesona Pangeran Kai. Tapi kejadian tak terduga selanjutnya, membuat Cinder harus melupakan pesona sang Pangeran. Peony, adik yang disayanginya terjangkit letumosis saat sedang bersama dengannya di tempat penampungan barang rongsokan. Peony dibawa ke tempat karantina, sementara Cinder yang dinyatakan negatif bisa pulang. Di rumah, Cinder harus menghadapi kemarahan Adri yang menyetujui kalau Cinder bisa dijadikan cyborg sukarela untuk penelitian obat penangkal wabah.
Cinder bertemu dengan dokter Erland, ketua tim peneliti. Pertemuannya dengan dokter Erland mengungkapkan masa lalu dirinya yang tidak bisa dia ingat. Bahkan Cinder tahu kalau dirinya kebal dengan wabah letumosis. Lewat perbincangan dan perdebatan panjang, Cinder setuju untuk menjadi subyek penelitian. Dia kembali bertemu dengan Pangeran Kai, dan semakin dekat. Tapi Pangeran Kai tidak tahu kalau dirinya sebenarnya adalah cyborg. Saat mencoba memperbaiki Nainsi, Cinder tanpa sengaja mengetahui kalau Pangeran Kai sedang mencari Putri Selene. Putri Selene adalah pewaris takhta Bulan yang sengaja dibunuh Ratu Levana dengan cara membakar kamarnya. Tapi kabar yang beredar mengatakan kalau Putri Selene masih hidup dan berada di suatu tempat.
Masalah lain dihadapi Pangeran Kai. Saat ayahnya meninggal, Ratu Levana bertamu untuk mengucapkan belasungkawa, sekaligus menegaskan aliansi perdamaian antara Bulan dan Bumi. Ratu Levana ingin menikah dengan Pangeran Kai. Saat dia menyerahkan sebotol penawar untuk wabah letumosis, Pangeran Kai mulai bimbang. Apakah dia harus menolak pernikahan atau menerimanya demi keselamatan rakyatnya. Dan saat Cinder menerima informasi penting menyangkut keselamatan penduduk Bumi dan Pangeran Kai, dia harus mencegah Pangeran Kai mengumumkan pertunangannya dengan Ratu Levana. Berhasilkah dia? Siapa sebenarnya Cinder? Silahkan dibaca novelnya. Kalau belum punya, langsung beli saja :)
Kebayang nggak kalau dunia ini jadi seperti yang diceritakan dalam novel ini? Membaca novel dengan genre distopia sebenarnya selain seru tapi rada serem juga. Nggak kebayang hidup di dunia yang hancur, dan dijajah pula. Aku suka cara penulis menyusun ceritanya dengan menyelipkan kisah Cinderella plus pesta dansanya. Bedanya bukan sepatu kaca yang ketinggalan di tangga, tapi kaki robotnya Cinder. Di awal-awal cerita, seperti biasalah diisi dengan deskripsi panjang kehidupan Cinder dan sudah seperti apa keadaan di Bumi saat ini. Makin canggih sih, tapi kecanggihan yang digambarkan belum sanggup menemukan obat mujarab untuk menyembuhkan letumosis. Kita akan masuk ke dunia yang dikelilingi robot-robot android, portscreen dan netscreen.
Ceritanya asyik untuk diikuti dengan bahasa dan istilah yang gampang dimengerti dan tidak berbelit-belit. Imajinatif, menggabungkan unsur fantasi, science-fiction dan distopia. Aku bahkan sudah membayangkan Yoo Ah In yang jadi Pangeran Kai :) Tapi ukuran font-nya terlalu kecil jadi halamannya kayak lama selesai hehehe.
Aku selalu suka karakter pemberontak seperti Cinder. Pemberontak dalam konotasi positif yah bukan negatif. Meski hidup terjajah, tapi Cinder bukan gadis yang lemah. Dia akan melawan kalau merasa posisinya mulai tersudut. Dan, aku senang sekali di part Cinder diumumkan sebagai tamu kehormatan Pangeran di pesta dansa. Rasakan itu Adri dan Pearl! Pangeran Kai juga bikin meleleh. Cinder saja yang kebal dengan pesonanya bisa nyaris 'korslet' saat berdekatan dengan Pangeran Kai. Bukan cuma mempesona dari deskripsi fisik dan perhatian yang dia berikan pada Cinder, tapi juga pengorbanan yang siap dia lakukan demi keselamatan rakyatnya. Baik Cinder maupun Kai harus berhadapan dengan Ratu Levana. Ratu Bulan yang digambarkan sangat cantik, tapi cantik imitasi. Kemampuannya yang bisa memanipulasi dan mencuci otak orang-orang Bumi, membuat setiap orang yang menatapnya, akan melihat sosok yang cantiknya luar biasa. Tapi identitas Putri Selene yang sebenarnya sudah bisa ketebak sih dari awal.
Aku jadi nggak sabar menantikan Scarlett -serial keduanya- dan adegan menegangkan dalam novel itu. Cinder ini, mungkin karena novel pertamanya Lunar Chronicles, adegan menegangkan baru muncul mendekati ending. Karena di awal penulis harus mendeskripsikan dulu keadaan Bumi setelah perang dunia keempat, kehidupan Cinder, siapa itu Ratu Levana, masa lalu misterius Cinder dan cerita-cerita pendukung lainnya. Tapi memang endingnya menggantung dan bikin penasaran. Aku juga dibikin PHP dengan kelanjutan hubungan antara Cinder dan Pangeran Kai. Dan mengintip sneak peak Scarlett, sepertinya bakal ketambahan karakter cowok yang ada bibit bikin meleleh hati perempuan.

3,5 of a 5 Stars

NEW MOON by STEPHENIE MEYER

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:00:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Mampukah aku mengkhianati hatiku yang hampa demi menyelamatkan hidupku yang menyedihkan?
Aku sangat-sangat terlambat baca novel ini. Harusnya aku baca novelnya dulu baru nonton filmnya. Yah nggak usah dibahas juga kali' Mells, secara kenalan sama Cullen cs juga telat. Nasib tinggal di kota yang nggak ada bioskopnya membuat aku telat tahu soal film ini. Ahhh, abaikan curcol nggak penting ini.
New Moon merupakan buku kedua dari seri Twilight. Mengangkat kisah cinta Isabella Swan -seorang gadis manusia biasa- dan Edward Cullen -vampir ganteng-. Kalau di novel sebelumnya diisi dengan perkenalan Bella dan kota Forks, serta seluruh keluarga Cullen, di novel ini giliran Jacob Black yang mendominasi cerita.
Dalam bentuk film, New Moon ini bukan favorit aku. Karena sebagai tim Edward garis keras, aku benar-benar nggak suka dengan tokoh Jacob. Apalagi dalam film dia kayaknya nyebelin gitu, atau hanya penilaian subjektifku saja. Tapi di novel, sama seperti Bella, aku juga jadi suka dengan tokoh Jacob. Lebih dewasa deh kayaknya dari sikapnya di film dan lebih humoris.
Sensasi aku saat baca novel ini berbeda dengan sensasi saat aku membaca Twilight dan Breaking Dawn. Karena sudah duluan nonton filmnya, aku kurang penasaran lagi karena sudah tahu akan kemana jalan ceritanya. Beda dengan baca novelnya dulu, baru nonton filmnya. Sensasinya beda, sekalipun kita sudah tahu bakalan dibawa kemana jalan ceritanya. Jadi, sepanjang membaca novel ini aku sibuk membandingkan scene yang tidak ada di novel. Beda sih, tapi secara garis besar jalan ceritanya tidak terlalu banyak berubah. Makan waktu tiga hari baca novel ini, sama dengan waktu yang kuhabiskan saat membaca Breaking Dawn, padahal selisih halamannya 200-an halaman.
Dari jalan cerita, aku agak bosan yah dengan curhatan Bella di awal-awal cerita, dan aku mengutuk keegoisan Bella. Yah, nggak salah kalau dia menemukan bentuk kebahagiaan lain selain dalam wujud seorang Edward Cullen, tapi kasihan Jacob di-PHP. Masih mencintai Edward, tapi juga memberi harapan palsu pada Jacob. Duh, jadi kasihan deh sama Jacob. Bete juga sama Edward yang seenaknya main pergi begitu saja, padahal dia juga nggak bisa hidup tanpa Bella. Untuk pertama kalinya, aku bersimpati pada Jacob. Tapi ini hanya perasaanku saja atau memang sutradara film sengaja menempatkan posisi Jacob sebagai orang ketiga yang menyebalkan? Padahal di novel, penggambarannya nggak seperti itu.
Dari segi fantasinya, penulis lebih melebarkan cerita dengan menciptakan para werewolf dan mengenalkan kita pada keluarga Volturi yang menakutkan dan super kuat. Konflik bertambah lagi saat Jacob mengingatkan Edward mengenai perjanjian antara vampir dan werewolf, bahwa keluarga Cullen tidak boleh menggigit manusia di wilayah tersebut. Sementara Bella, Edward dan Alice sudah berjanji pada keluarga Volturi kalau Bella akan segera berubah.
Keseluruhan cerita, terlepas dari apakah sudah nonton duluan baru baca, aku rasa ceritanya biasa saja karena kurang adegan menantang. Kenapa aku bisa menyelesaikan novel bantal ini, mungkin karena cara penulis menuturkan cerita yang tidak kaku dan membosankan.

Keterangan Buku:
Judul: New Moon
Penulis: Stephenie Meyer
Penerjemah: Monica Dwi Chrenayani
Editor: Rosi L. Simamora
ISBN: 978-979-22-3830-3
Tahun Terbit: 2008
Genre: Fantasi, Romance

3 of a 5 Stars

18 Januari 2016

THE CUCKOO'S CALLING by ROBERT GALBRAITH

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:12:00 PM 0 komentar Link ke posting ini



J. K Rowling kembali. Menggunakan nama pena Robert Galbraith, kali ini Rowling membawa kisah Cormoran Strike. Strike adalah detektif partikelir, seorang veteran perang yang memiliki luka fisik dan luka batin. Strike kehilangan salah satu kakinya dan terpaksa menggunakan kaki palsu akibat terkena bom. Di seri pertama Cormoran Strike ini, dia diminta menyelidiki kematian seorang model bernama Lula Landry. Model cantik ini jatuh dari ketinggian balkon flat-nya. Polisi menetapkan kasus ini sebagai kasus bunuh diri. Tapi kakak korban, tidak percaya kalau adiknya bunuh diri. Jadilah dia meminta bantuan Strike untuk kembali menyelidiki kasus jatuhnya Lula. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan. Yah, Strike mengalami masalah keuangan. Tidak punya tempat tinggal karena putus dengan kekasihnya, dan hutang yang menumpuk. Strike memutuskan menerima kasus ini. Dibantu Robin, sekretaris sementaranya, gadis pintar yang sangat teliti dan rapih, Strike perlahan-lahan mulai menemukan kebenaran yang berujung dengan bahaya. Dengan latar belakang kota London, dimulai dari tempat elit sampai ke daerah kumuh, inilah kisah Cormoran Strike dalam menyelidiki kasus kematian supermodel Lula Landry.

Yang mati hanya bisa berbicara melalui mulut orang-orang yang ditinggalkan, dan melalui tanda-tanda yang terserak di belakang mereka. Hal 325
Kalau tujuan penulis ingin keluar dari bayang-bayang Harry Potter, sepertinya penulis berhasil. Awalnya kita memang harus bersabar-sabar dulu dengan deskripsi mengenai Cormoran Strike. Karena novel ini ada sekuelnya, otomatis penulis harus menjabarkan dulu siapa Cormoran Strike. Hidupnya memang kurang beruntung. Strike adalah putra bintang rock terkenal, tapi hubungan mereka hanya sebatas DNA saja. Belum lagi Strike yang menemukan jasad ibunya yang tewas karena overdosis, kehilangan sebelah kakinya dan putus dari pacar kaya nan cantiknya. Strike digambarkan sebagai pria yang sangat tidak menarik dari segi fisik, tapi memiliki kecerdasan menganalisa yang hebat. Diliputi rasa penasaranlah yang membuat aku menyelesaikan novel ini dalam waktu satu setengah hari saja. Padahal novel ini cukup tebal, dan ukurannya juga panjang. Sampai mendekati ending, aku tidak bisa menebak pelaku sebenarnya. Saat penulis mulai sedikit mengarahkan kita ke pelaku sebenarnya dan mulai bisa menebak, tebakanku dipatahkan dengan alibi tersangkanya.
Di novel ini kita tidak hanya akan mengenal karakter Cormoran Strike saja, tapi juga Robin, sekretarisnya. Masih ada sedikit misteri yang disimpan penulis tentang Robin. Seperti, kenapa dia ingin bekerja dengan Strike sekalipun komisinya kecil, dan kenapa dulu dia berhenti sebagai mahasiswa psikologi. Dan mengingat perjumpaan awalnya dengan Strike yang langsung menimbulkan kontak fisik yang tidak menyenangkan, aku penasaran kalau nantinya akan ada jalinan asmara antara keduanya. Penulis juga menggambarkan kehidupan Lula Landry. Meski sudah meninggal, namun porsinya lumayan besar juga lewat cerita-cerita yang digali Strike dari teman-temannya.
Keseluruhan, aku suka dengan novel ini, dan tetap berniat membaca seri-serinya yang selanjutnya.

Keterangan Buku:
Judul: The Cuckoo's Calling
Penulis: Roberth Galbraith
Penerjemah: Siska Yuanita
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0062-7
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 520 halaman;23 cm

 4 of a 5 Stars

15 Januari 2016

{BOOK'S REVIEW} FINALLY YOU by DIAN MARIANI

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:14:00 AM 0 komentar Link ke posting ini
Luisa dan Raka dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lenggang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.
Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.
Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans?
Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.
Judul: Finally You
Penulis: Dian Mariani
Editor: Herlina P. Dewi
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-602-7572-28-7
Tahun terbit: 2014
Tebal Buku: 275 halaman
Genre: Romance


"Kita hanya dua orang kawan yang bertemu kebetulan. Di persimpangan jalan. Ingin kembali ke masa lalu yang nyaman atau sama-sama menatap ke masa depan?" Hal 91
"Past is only past. Mungkin kita masih belum yakin akan perasaan kita sendiri. But ... why don't we find out?" Hal 99

Luisa tanpa sengaja menjadi dekat dengan Raka, atasannya di kantor saat Raka salah menelepon ke meja Luisa. Pertemuan selanjutnya di mall dan bantuan kecil dari Raka saat Luisa bertemu dengan Hans -mantan pacarnya- bersama Gina, pacar barunya, membuat keduanya makin dekat. Makan malam bersama, mengobrol, membuat keduanya nyaman. Raka suka cara Luisa yang selalu membuatnya tertawa dengan celetukan-celetukannya.
"Bapak hampir mau masuk toilet cewek lagi, ya?" Hal 29
"Dosa manusia bisa dihapus kalau kita ngaku dosa di gereja. Dosa lemak nggak bisa dihapus." Hal 33
Setiap malam mereka jalan bersama, makan malam bersama dan memulai obrolan ringan. Dari keseharian sampai asmara masa lalu mereka. Dibalik rasa nyaman yang timbul dalam kebersamaan mereka, baik Raka maupun Luisa masih terjebak masa lalu. Hans, pacar empat tahun Luisa yang belum sanggup dia lupakan. Laki-laki yang membuatnya menangis hampir setiap malam karena memutuskannya dengan alasan tidak sejalan lagi, padahal yang sebenarnya karena Hans selingkuh dengan Gina, teman sekantornya. Sementara Raka, masih terjebak dengan hubungan tanpa status dengan Saskia. Gadis cantik, langsing, wangi, hebat di ranjang, yang pergi meninggalkannya demi mengejar lelaki lain tapi tidak benar-benar meninggalkannya juga. Karena setiap kedatangannya, Saskia selalu menemui Raka dan memuaskan hasratnya. 
"Mengharapkan orang yang tidak lagi menginginkan kita, sangat menyakitkan." Hal 25
"Kalau cinta itu masih ada, mereka seharusnya saling menjaga." Hal 61
"Kita sama-sama tahu, mereka itu masa lalu. Tapi kadang kita enggan beranjak dari kenangan itu." Hal 86
Tapi cinta selalu datang karena terbiasa. Dari rasa nyaman, membuat mereka memutuskan untuk berpacaran. Mencoba untuk move on dari masa lalu. Tapi Luisa tidak bisa lepas dari bayang masa lalu Raka. Saskia mengajak bertemu dan menjatuhkan bom di hati Luisa. Masa lalu Raka terlalu menyakitkan untuk didengar, terlebih untuk dirinya yang masih memegang adat ketimuran. Luisa memutuskan menjauh, dan kembali dekat dengan Hans. Tapi Raka sudah terlanjur menguasai otak dan hatinya. Begitu pula sebaliknya. Raka tidak ingin menjauhi Luisa, tapi kata-kata penghakiman yang dilontarkan Luisa padanya, membuat dirinya tidak berdaya.
"Cinta yang tak egois itu, ternyata tidak ada. Tak ada juga yang namanya 'cinta yang merelakan'. Kalaupun ada mungkin bukan cintanya." Hal 150
 "Masa lalu sejarah yang nggak bisa diubah. Kalau itu yang selalu kamu perdebatkan, nggak ada gunanya. It takes two to move on." Hal 221
Karakter utama dalam novel ini adalah Luisa dan Raka. Second female-nya Saskia dan second male-nya Hans. Luisa digambarkan sebagai karakter yang polos dan ceplas-ceplos sementara Raka digambarkan sebagai sosok pekerja keras, terbiasa dengan meraih daripada meminta. Kurang lebih yang aku tangkap dari novel ini, karena karakter mereka yang seperti itu jadi mereka agak lama terjebak dengan cinta masa lalu. Luisa dengan kepolosannya sulit melupakan Hans yang sudah mengisi hari-harinya selama empat tahun, sekalipun Hans sudah menghianatinya. Karena dia terlanjur merasa nyaman. Berbeda dengan Raka, yang terbiasa dididik mandiri oleh orangtuanya. Raka berjuang sampai mendapat beasiswa di Amerika. Setiap hal yang diinginkannya, dia harus berusaha meraih sendiri dengan jerih payahnya. Sampai dia bertemu sosok Saskia yang liberal, yang memberi tanpa diminta. Raka jatuh cinta dan bergantung pada Saskia.
Di awal-awal cerita kita mungkin akan salah kaprah dengan ketergantungan Raka pada Saskia. Kita mungkin akan berpikiran sama dengan Saskia, kalau Raka tidak bisa meninggalkannya karena Saskia hebat di ranjang. Tapi bukan seperti itu. Raka tidak bisa meninggalkannya karena memang benar-benar cinta.
Temanya mainstream sebenarnya. Terjebak cinta masa lalu. Tapi penulis bisa merangkai kalimat-kalimat simpel, menjadi kisah yang menarik dengan jalan cerita yang mengalir dan konflik yang berbeda. Tipe novel yang bisa dilahap sekali duduk. Alur yang let it flow, membuat kita sebagai pembaca enggan berhenti sebelum selesai. Memasuki bagian akhir, jalan ceritanya menanjak dan mulai mengaduk-aduk emosi. Entah harus kesal sama Luisa atau sama Raka. Kali ini aku menjadi pembaca netral dan tidak memihak. Di satu sisi, kita nggak akan bisa mengubah masa lalu dan di sisi lainnya, nggak bisa juga menganggap pendapat Luisa salah tapi nggak berhak juga menghakimi Raka. Butuh keikhlasan untuk bisa menerima masa lalu seseorang, dan butuh ketegasan untuk melepaskan masa lalu. Apalagi masa lalu itu Saskia.
Tokoh Saskia sendiri benar-benar mendapat peran yang antagonis. Saat dia meminta bertemu Luisa, aku pikir orangnya mungkin nggak jahat, tapi ternyata. Harga diri Saskia adalah segala-galanya. Saskia digambarkan sebagai sosok yang mendominasi. Hubungan harus berjalan sesuai keinginannya. If she want to stay, she'll stay. But if she want to leave, she'll left. Dan dia bisa sangat mengintimidasi saat 'mainannya' diambil orang lain. Sementara Hans, hmmm, he doesn't impressed me so much. Biasa aja sih dengan tokoh yang satu ini, seperti hanya pelengkap cerita saja. 
Aku cuma terganggu dengan 'I am' yang hanya ditulis 'Am' saja. Entah itu typo, atau diperbolehkan, aku juga kurang paham. Dan juga, lagi, di novel terbitan penerbit ini, menjumpai kata 'nyampai'. Agak aneh juga sih bacanya. Kenapa nggak menggunakan kata 'sampai' saja.
Yah, terlepas dari dua kata yang mengganggu itu, aku sepenuhnya menyukai novel ini. Mulai dari tema dan konfliknya, gaya menulis, jalan cerita dan kalimat-kalimat yang quotable. Inti ceritanya memang seperti kalimat terakhir di sinopsis, dan yang tertera di cover depan: bukan tentang masa lalu dan masalah waktu tapitentang menemukan orang yang tepat.
"Whenever I go, I always want to go home. I guess ... you're my home." Hal 274
4 of a 5 Stars

14 Januari 2016

QUEEN OF BABBLE: IN THE BIG CITY

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:49:00 PM 0 komentar Link ke posting ini



Judul: Queen Of Babble In The Big City
Penulis: Meg Cabot
Penerjemah: Barokah Ruziati
Editor: Widi Lugina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-7006-8
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 440 halaman;18 cm
(NOVEL DEWASA)

Lizzie Nichols menapaki trotoar New York City dengan senyum cemerlang. Ia kini tinggal bersama Luke, pacar liburan musim panasnya, di kota yang tidak pernah tidur, di apartemen Fifth Avenue mewah milik ibu Luke.
Sayangnya ia kurang beruntung mencari pekerjaan sesuai kualifikasinya: ahli merombak gaun vintage. Demi kecintaan akan panggilan hidupnya, Lizzie mau bekerja di butik perombakan gaun pengantin, meskipun tidak dibayar. Untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai resepsionis paro waktu di kantor hukum ayah Chaz, pacar Shari, sahabatnya.
Tapi Lizzie bukan Lizzie kalau tidak terlibat masalah gara-gara hobi ngocehnya. Belakangan, kantor hukum memecatnya, ia menuduh ibu Luke berselingkuh, dan Luke pun ketakutan gara-gara Lizzie mengungkit-ungkit kata "menikah".
Duh, bagaimana bisa kacau balau begini?
===

"Menurutku, kenyataan bahwa aku tidak mencerocos kepada Luke mengenai hal itu begitu dia berjalan memasuki pintu merupakan pertanda kedewasaan dan kemampuan baruku untuk menutup mulut." Hal 115

Lizzie is baaaaaack. Masih dengan kekurangannya yang tukang ngoceh, kegeeran, enggan mendengar pendapat orang lain, tapi dengan kemampuan yang luar biasa dalam merombak gaun vintage, pantang menyerah, jujur dan bisa berpikiran logis di saat-saat tertentu. Dan yah, sedikit -hanya sedikit- bisa menjaga ocehannya.
Masalah yang dihadapi Lizzie di New York tidak gampang. Pertama, dia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan di bidang perombakan gaun vintage. Setelah mendapat pekerjaan, dia malah bekerja tanpa mendapat imbalan. Berkat bantuan Chaz, dia berhasil mendapat pekerjaan sebagai resepsionis di firma hukum Pendergrast, Flynn dan Loughlin. Kedua, dia harus menjaga kerahasiaan klien di firma hukum tersebut, yang jelas sangat sulit untuk seorang tukang ngoceh seperti dirinya. Apalagi saat dia melihat Jill, wanita yang banyak dibicarakan di seluruh surat kabar New York karena akan menikah dengan pengusaha terkaya di New York. Dari gosip yang diceritakan Tiffany -salah satu resepsionis- bahwa Jill yang tidak disukai calon ibu mertuanya, dipaksa memakai gaun pengantin turun-temurun, yang modelnya sudah pasti jelek. Ketiga, Lizzie harus mati-matian menutup mulut dari Luke saat menerima pesan suara dari seorang pria asing untuk ibu Luke, dan dia memanggil ibu Luke dengan panggilan cherie. Keempat, Shari dan Chaz putus karena orang ketiga, dan orang ketiga tersebut sungguh sangat diluar dugaan. Kelima, terancam kehilangan pekerjaan saat wajahnya muncul di salah satu koran bersama dengan Jill, yang berkat ocehan luar biasanya dia berhasil membujuk Jill untuk merombak gaun pengantin tuanya. Dan keenam, Lizzie kecewa karena Luke belum siap berkomitmen sementara dirinya sudah berkhayal tentang pernikahan.
Yah, memang harus kuakui kalau Lizzie sudah sedikit berubah. Tapi anehnya, dia belum bisa menyaring mana hal yang harus dibicarakan dan mana yang harus dirahasiakan. Contohnya saat dia tidak sengaja mendengarkan pesan suara yang ditujukan pada ibu Luke. Harusnya dia tetap membicarakan dengan Luke alih-alih hanya menyimpan sendiri dan berasumsi yang tidak-tidak. Sebaliknya, Lizzie justru bercerocos panjang lebar pada Monsieur Henri dan istrinya bagaimana dia bisa mengenal Jill. Akibatnya, dia malah harus kehilangan pekerjaannya sebagai resepsionis.
Monolog-monolog Lizzie soal kegeerannya yang mengira Luke akan segera menikahinya mengingatkan aku dengan monolog tokoh Rachel dalam serial Glee. Seandainya novel ini akan difilmkan, Lea Michelle mungkin cocok memerankan tokoh Lizzie. Kekurangan Lizzie masih sama seperti di novel sebelumnya, suka kegeeran dan terlalu cepat menyimpulkan. Tapi aku sangat mengagumi sifat pantang menyerah Lizzie. Sekalipun sudah dilanda rasa putus asa, tapi Lizzie tetap menyerah. Begitu pula dengan rasa kesetiakawanannya pada Shari.

"Kau tidak pernah mengorbankan mimpimu ketika keadaan mulai memburuk." Hal 121

Meski bercerita dengan sudut pandang Lizzie, tapi ceritanya tidak melulu seputar ocehan Lizzie saja. Masalah Shari dan Chaz, dan tokoh Jill menambah sedikit bumbu dalam cerita. Begitu juga dengan asmaranya dan Luke, yang berbeda dengan novel sebelumnya. Tapi aku memang merasa porsi Luke agak sedikit berkurang dalam novel ini. Mungkin karena dia sibuk dengan mata kuliahnya dan Lizzie sibuk bekerja.

"Tidak mudah menjaga api tetap menyala saat kau tinggal seatap." Hal 134
Tapi aku setuju dengan pendapat Chaz mengenai Luke yang dia ungkapkan dalam bentuk perumpamaan. Kalau dia tidak akan memilih Luke dalam taruhan balapan kuda. Yah, kalau di novel sebelumnya kita akan klepek-klepek dengan sifat Luke, di novel ini biasa saja kesannya. Memang sih Lizzie-nya juga kegeeran, tapi untuk perempuan yang pekerjaannya selalu dikelilingi para calon pengantin, wajarlah kalau Lizzie mendambakan pernikahan. Apalagi karena Luke juga mengajaknya tinggal bersama. Jangankan Lizzie, aku saja sebagai pembaca akan menganggap kalau itu salah satu bentuk keseriusan Luke. Untung saja pada akhirnya Luke menyadari kesalahannya.
"Karena walaupun kau punya reputasi sebagai orang yang terlalu banyak bicara, ada satu hal tentang dirimu: kau selalu berkata jujur." Hal 436
Di akhir cerita, kita akan melihat kalau Lizzie mulai bingung. Di awal dia yang begitu berharap dilamar Luke tapi di akhir cerita seperti mulai bingung saat Luke melamarnya dengan tiba-tiba. Lah kenapa bingung? Ada hubungannya dengan Chaz juga. Just don't miss this book. Jangan lupa juga baca seri pertamanya.

3,5 of a 5 Stars

13 Januari 2016

[MASTER POST] INDONESIAN ROMANCE READING CHALLENGE 2016

Diposting oleh Mellisa Assa di 9:06:00 AM 0 komentar Link ke posting ini


Finally dibuka juga reading challenge yang satu ini. 2016 jadi tahun pertama aku mengikuti Reading Challenge yang satu ini. Novel romance selalu menjadi novel favorit aku. Meski tahun ini aku mulai melebarkan genre bacaan aku ke fantasi, science-fiction, distopia, thriller dan lain sebagainya, tapi novel romance tetap menjadi pilihan nomor satu. Kebanyakan koleksi aku juga novel romance karya penulis-penulis dalam negeri, jadi aku nggak ragu-ragu akan memilih level HARD. Yang mau ikutan juga disilahkan langsung menuju Ky's Book Journal untuk syarat dan ketentuannya.
Well, semoga dengan mengikuti reading challenge ini, aku makin rajin membaca dan dijauhkan dari godaan malas baca atau mood baca drop ke level paling rendah. Wish I could reach level HARD or even MANIAC :)

12 Januari 2016

{REVIEW} QUEEN OF BABBLE by MEG CABOT

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:28:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: Queen Of Babble
Penulis: Meg Cabot
Penerjemah: Barokah Ruziati
Editor: Widi Lugina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-6222-3
Tebal Buku: 456 halaman;18 cm
Tahun Terbit: 2010

Lizzie Nichols punya masalah. Kalau dia sudah membuka mulut, sering kali dia tidak mampu berhenti mengoceh.
Suatu kali dia menyusul sang pacar ke Inggris, tapi akhirnya malah terlunta-lunta di London, tanpa pacar dan tanpa tempat tinggal. Untung saja Shari, sahabatnya, mengundang Lizzie ke kastil seorang teman di Prancis Selatan. Dengan berbekal nekat dan bahasa Prancis seadanya, berangkatlah dia.
Begitu melihat keindahan Chateau Mirac -dan Luke, putra pemilik kastil- Lizzie langsung jatuh cinta. Namun, tentu saja dia harus berupaya keras menahan mulut supaya kedamaian tetap terjaga, dan dia tidak dimusuhi pacar Luke serta ibunya.
===
18 TAHUN KEATAS!!!
Selaluuuu suka dengan gaya menulis Meg Cabot. Tidak terkecuali dengan novel ini. Bercerita dari sudut pandang seorang Lizzie Nichols, si ratu mengoceh. Lizzie yang mengambil jurusan individu, sejarah mode, memutuskan untuk menyusul kekasihnya Andrew ke Inggris, setelah dia diwisuda. Yah, tadinya dia mengira dia sudah lulus dan mendapatkan ijazah, tapi karena dia mengambil jurusan individu, Lizzie diwajibkan membuat tesis terlebih dahulu sebelum mendapatkan ijazah. Lizzie tetap berangkat ke Inggris dengan khayalannya tentang Andrew dan perkembangan hubungan mereka nantinya. Tapi kenyataan yang menyambut Lizzie di Inggris berbanding terbalik dengan khayalannya. Menemui Andrew yang ternyata masih tinggal dengan orangtuanya, bekerja sebagai pelayan alih-alih guru seperti yang diceritakannya lewat email, dan berbohong menjadi pengangguran demi mendapat tunjangan pengangguran dari pemerintah. Dengan rasa kesal memuncak, Lizzie nekat menyusul Shari -sahabatnya- ke Prancis. Dalam perjalanan di kereta Lizzie bertemu Luke. Pria tampan, baik hati, yang bersedia mendengarkan segala ocehan Lizzie. Dengan anggapan kalau dirinya tidak akan bertemu lagi dengan Luke, Lizzie mencurahkan segala isi hatinya, dimulai dari dirinya yang belum sepenuhnya menjadi sarjana dan tentang Andrew -sampai urusan ranjang mereka-. Tapi Luke, ternyata adalah putra pemilik Chateau Mirac, kastil yang menjadi tujuan Lizzie. Bagaimana reaksi Lizzie dan kelanjutan hubungan mereka? Just, don't miss this book.
Oh my God, nggak kebayang annoying-nya Lizzie ini dengan ocehannya yang tidak bisa direm. Tapi kadang hasil akhir dari ocehannya bikin ngakak. Lucunya, dengan kemampuan mengoceh yang luar biasa, tapi Lizzie masih sanggup merahasiakan beberapa hal dari Shari, sahabat yang sudah sangat mengenal watak dan perilaku Lizzie. Meski, rahasianya tidak akan bertahan lama. 
Mengoceh kalau sudah jadi tabiat seseorang memang susah direm. Lizzie nggak peduli baru kenal orang itu atau sudah lama kenal, kalau sudah mengoceh mulutnya susah berhenti. Dan berhadapan dengan Dominique, pacar Luke yang sangat mengintimidasi dari merek yang menempel di tubuhnya, tidak membuat Lizzie berhenti mengoceh. Tapi Lizzie nggak cuma pintar mengoceh saja. Dia juga punya keahlian lain, selain merombak baju-baju vintage. Salah satunya saat dia berhasil menyelamatkan gaun pengantin dan pesta pernikahan Vicky, sepupunya Luke yang dihelat di Chateau Mirac. Dan dari pengalamannya mengoceh yang sering berujung pada kekacauan, Lizzie juga jadi bisa mengatur kebohongan yang baik, yang membuat ayah dan ibu Luke akur kembali. Tapi itu, sifat suka ikut campur lewat ocehannya benar-benar mengganggu.
Aku jatuh hati dengan cara penulis mendeskripsikan Chateau Mirac. Dengan pemandangan seindah itu, orang tidak akan lagi peduli kalau mereka tengah menginap di kastil tua. Harus sabar dengan deskripsi di awal dimana Lizzie bermonolog soal Andrew, kakak-kakaknya dan anggota keluarganya. 
Dan seperti manusia yang tidak sempurna, begitu pula novel ini yang masih ada typo-nya. Tapi secara keseluruhan tidak mengganggu kenyamanan membaca. Jalan ceritanya sebenarnya ringan, tapi karena ada adegan ranjang, jadi aku belum merekomendasikan remaja di bawah 18 tahun untuk membaca novel ini.

3 of a 5 Stars

[MASTER POST] INDAH HANACO READING CHALLENGE

Diposting oleh Mellisa Assa di 9:59:00 AM 1 komentar Link ke posting ini

2016 sudah berjalan selama 12 hari. Nah bagi para penggila buku seperti aku, awal tahun pastinya waktu untuk mulai hunting Reading Challenge apa saja yang sudah dihelat para Blogger Buku. Salah satu Reading Challenge tahun ini yang ingin aku ikuti yaitu Indah Hanaco Reading Challenge yang dipandu oleh Kiky di Ky's Book Journal. Aku memang belum terlalu akrab dengan karya-karyanya, tapi sudah banyak mendengar soal penulis satu ini yang sangat produktif. Dalam setahun entah berapa buku yang bisa dia hasilkan.
Novel-novel mbak Indah sendiri belum terlalu banyak yang aku koleksi. Tapi justru itu alasan aku mengikuti reading challenge yang ini, supaya koleksi novel romance dan non-fiksiku bertambah. Lumayan juga karena aku sudah hiatus beberapa bulan lamanya dalam hal beli buku baru.
Untuk awal, aku memilih level FLING (1-5 Buku) dulu. Mudah-mudahan bisa nambah lagi di bulan-bulan selanjutnya dan kali aja bisa sampai level MARRIED (>20 Buku), amiiiiiiin. Buat teman-teman lain yang sempat nengokin postingan ini, yuuuk sama-sama ikutan Reading Challenge ini. Langsung aja menuju blog-nya Kiky.
Well, akhiiiir kataaaaa, goodluck for me, dan pleeeaaassseeee, jangan sampai kehilangan mood baca lagi seperti tahun lalu. Hwaitiiing!!

11 Januari 2016

YANG SULIT DIMENGERTI ADALAH PEREMPUAN by FITRAWAN UMAR (BUNTELAN BBI)

Diposting oleh Mellisa Assa di 2:56:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Aku melihatmu menuliskan sesuatu di hamparan pasir pantai sebelum ombak menghapusnya. Lautan tentu mengerti takdir atas kita, karena ia menyimpan rahasia Tuhan. Barangkali ia kecewa jika kita hanya bersahabat selamanya. Apa arti mencintai tanpa bisa memiliki? Jika kau jatuh cinta, maka milikilah ia yang kau cinta. Jika kau jatuh cinta, maka yakinlah bahwa kau orang yang tepat untuk menjaga diri selamanya.
Renja tak pernah menyangka akan bertemu Adel, teman masa kecilnya, pada saat kuliah. Gadis itu telah tumbuh menjadi perempuan mempesona, yang membuatnya jatuh cinta. Karena kenangan, mereka bertemu kembali dan menjadi dekat. Tetapi kedekatan mereka tidaklah seperti yang diharapkan Renja. Kehadiran lelaki lain, yang tak pernah memiliki masa lalu Adel, seperti menggantung hubungan mereka. Namun Renja tak berputus asa. Ia mengajak Adel menyusuri sungai kenangan mereka, berharap pintu hati Adel terbuka untuknya.

Judul: Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan
Penulis: Fitrawan Umar
Editor: Pringadi Abdi
Penerbit: Exchange
ISBN: 978-602-72793-3-9
Tahun Terbit: 2015
===
Kutipan favorit:
  • Ya, takdir. Ia memang selalu bekerja secara ajaib. Hal 10
  • Wanita memang ingin dimengerti, tetapi betapa sulit mengerti wanita. Hal 13
  • Jika seorang perempuan mengatakan kalau bisa, apakah itu berarti harus bisa? Hal 72
  • Melihat orang yang kau cintai bersedih di sore hari adalah pemandangan yang kurang baik. Hal 79
  • Aku ingin ia tahu bahwa perasaanku untuknya lebih dari sekadar teman masa kecil. Hal 87
  • Pikiranku yang lain membawa keraguan dan memintaku untuk tidak banyak berharap. Hal 88
  • Belajarlah berdialog dengan hujan, suatu saat kau pasti akan kesepian. Hal 89
  • Aku merasa waktu begitu jahat. Ia terus berjalan tanpa peduli terhadap perasaan manusia. Hal 95
  • Mungkin begitu juga, pesonamu masuk ke dalam perasaanku tanpa sengaja dan saya yakin kau tidak akan marah kan? Hal 109
  • Konon, jika seorang perempuan berkata kau terlalu baik untukku, kau terlalu sempurna, atau semacamnya, itu sama buruknya dengan kalimat aku membencimu. Hal 110
  • Jika ingin memiliki seseorang di masa depan, kita juga harus memilikinya di masa lalu. Hal 110
  • Konsep jodoh dan cinta itu berbeda. Hal 116
  • Jodoh bisa diatur dan dipilih, tetapi cinta tidak. Seseorang tak pernah bisa merencanakan bakal jatuh cinta dengan siapa. Hal 116
  • Sungguh, bagaimanapun, orangtua punya hak atas diri kita. Hal 121
  • Kebahagiaan itu kalau dibagi bakal bertambah. Sebaliknya, kesedihan justru berkurang kalau dibagi. Hal 153
  • Aku selalu heran kalau perempuan bilang tidak apa-apa. Sementara, kenyataannya jelas ada apa-apa. Hal 168
  • Aku bahkan curiga bahwa perempuan tidak pernah mengerti diri mereka sendiri, apa yang bisa membuatnya bahagia, apa yang bisa membuatnya sakit hati, dan seterusnya. Hal 169
  • Aku tidak mengerti kenapa ketika sedang tidak menangis, perempuan sering bilang itu masalahku. Hal 172
  • Kalau kau tidak berniat mencintai seseorang, jangan biarkan ia menaruh harapan terlalu lama kepadamu. Hal 196
  • Bagaimanakah perasaanmu jika engkau melihat orang yang paling bersetia kepadamu, paling menyayangimu, tetapi kemudian ia menderita karena dirimu? Hal 201
  • Melupakan seseorang lalu mencintai seseorang yang lain tidaklah semudah menguras bak mandi lalu mengisinya lagi. Hal 208
  • Rindu lebih cerdas dari upaya kita untuk melawannya. Hal 209
  • Bagaimanakah jika engkau berada di posisiku, ketika engkau hendak membuka hatimu pada orang lain, tiba-tiba seseorang yang benar-benar kau harapkan datang menghampirimu? Hal 213
  • Sepertinya perempuan tidak sadar bahwa mereka acap kali menimbulkan ketidakjelasan. Hal 217
  • Bukan soal bagaimana mulanya, melainkan bagaimana proses memperjuangkan cinta yang perlu ditanyakan. Hal 232
  • Apa arti mencintai tanpa bisa memiliki? Jika kau jatuh cinta, maka milikilah ia yang kau cinta. Hal 234
  • Dan satu-satunya cara bagiku untuk tidak kehilangan masa laluku bersamanya adalah dengan memilikinya di masa depan. Hal 234
  • Jika tidak, memang perempuan sudah dari sananya ditakdirkan menjadi makhluk yang membingungkan. Hal 241
Bisa dilihat dari judul dan kutipan-kutipan dari novel ini, kalau isinya kebanyakan adalah kegalauan seorang Renja yang jatuh cinta setengah mati dengan sahabat masa kecilnya dulu. Bercerita dengan sudut pandang Renja -lagi- kita akan ketemu dengan tema friendzone. Tapi tema friendzone dalam novel ini berbeda dengan novel-novel lainnya yang mengusung tema yang sama. Konflik antara Renja dan Adel nggak gampang. Mengambil latar kota Makassar dan Pinrang, Renja akan mengajak kita mengenang masa lalunya bersama Adel. Mereka bersahabat sejak SD, saat Adel menjadi murid baru di Pinrang. Tapi kemudian Adel dan keluarganya menghilang bersama uang warga Pinrang di Kospin yang dipimpin ayah Adel. Ibu Renja menjadi salah satu korban, yang membuat ibunya sakit-sakitan. Bertahun-tahun kemudian Renja dan Adel kembali bertemu di kampus yang sama. Renja jatuh cinta dengan Adel. Tapi Adel menolak menjadi pacar Renja, karena Adel masih dihantui perasaan bersalah akibat perbuatan ayahnya dulu, dan karena ayah Renja belum memaafkan ayahnya dan dirinya juga. Adel malah terang-terangan mendekati ketua BEM membuat Renja makin galau. 
Gaya bahasa penulis bukan seleraku. Nggak menye-menye sih, tapi aku lebih suka gaya bahasa yang asyik, cuek, lucu. Terlebih karena penulis memilih menggunakan kata ganti saya dan kau, bukan aku dan kau atau aku dan kamu. Bukan berarti novel ini nggak bagus. Novel ini tidak hanya berisi curhatan galau Renja, tapi juga cerita Renja saat menjadi salah satu anggota BEM. Demonstrasi mahasiswa, masa-masa OSPEK, dan persahabatan serta kesetiakawanan para pengurus BEM fakultas teknik kampus merah. Demo mahasiswa yang sering terjadi di Makassar, dalam novel ini digambarkan bukan hanya karena ikut-ikutan saja, tapi mereka mempunyai alasan dan landasan kuat kenapa mereka harus berdemo. Rasa kesetiakawanan para pengurus BEM juga patut diacungi jempol, saat masalah menimpa Rustang -sahabat Renja- yang diakibatkan rasa cemburu Renja. Meski pada akhirnya Renja sangat menyesali perbuatannya, tapi terlanjur ada korbannya. Walau gaya menulis agak nyastra, tapi ada juga bagian-bagian yang membuatku tertawa. Dideskripsikan dengan detil dan rapih sekalipun novel ini menggunakan alur maju-mundur. Tapi pertanyaanku satu: nama ketua BEM siapa sih? Porsinya lumayan dalam cerita, tapi namanya nggak satu kalipun disebutkan :D
Membaca novel ini membuat aku juga harus berada di pihak Adel. Memang sih kita nggak akan tahu bagaimana perasaan Adel terhadap Renja karena novelnya bercerita dari sudut pandang Renja. Tapi kebingungan yang dirasakan Renja pada Adel terlalu berlebihan, kalau dinilai dari kacamata aku yang juga seorang perempuan. Kalau para laki-laki yang membaca novel ini, mungkin akan setuju dengan pendapat Renja. Laki-laki memang lebih banyak menggunakan logika, dan perempuan lebih memilih bertindak sesuai kata hati, walau kadang berkesan plin-plan. Tapi pilihan Adel sepenuhnya bisa aku mengerti, mengingat masa lalu yang melibatkan kedua orangtua mereka. Siapapun kalau berada di posisinya akan mengambil keputusan yang sama. Yang Renja tidak mengerti itu, kalau memaafkan seseorang atau suatu hal, bukan berarti juga melupakannya.
Aku merekomendasikan novel ini untuk semua kalangan pembaca, baik laki-laki dan perempuan. Dan masyarakat Makassar bisa berbangga hati juga, karena penulis yang berasal dari Pinrang memilih Makassar dan tanah kelahirannya sebagai latar kota dalam novelnya, dengan tidak lupa menyelipkan lirik-lirik lagu Bugis dan tradisi khas daerah selatan pulau Sulawesi. 

3 of a 5 Stars


5 Januari 2016

MY UNFINISHED BOOKS

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:13:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Hai-haiiiii. 2016 sudah berjalan selama lima hari nih. Gimana kabar bacaan dan tumpukan kalian? Tahun lalu aku cuma berhasil membaca 51 buku dan gagal mencapai level tertinggi reading challenge yang aku ikuti. Jumlah bacaanku menurun dari 56 jadi 51. Harus aku akui, aku memang sempat ada empat bulan atau lebih malah kehilangan mood membaca. Tiap nengok tumpukan, kayak diserang morning sickness. Mungkin karena di awal aku sudah habis-habisan bacanya, jadi pas di pertengahan jadi malas -alah alasan saja-.
Di postingan ini aku mau mengaku dosa. Dosa dalam bentuk apa? Dosa dalam bentuk nggak bisa menyelesaikan beberapa novel yang sudah kapan tahu itu mulai aku baca. Aku bahkan sudah menghapus dua novel yang masih betah nongkrong di shelves CURRENTLY READING akun Goodreads-ku, karena aku nggak yakin kapan akan membaca buku-buku itu lagi. Dan novel-novel yang nggak selesai dibaca itu bukan termasuk dalam kategori novel 'bantal'. Memang sih ketebalan buku bukan menjadi alasannya, tapi lebih ke jalan cerita, diksi dan gaya menulis. Nah, inilah daftar MY UNFINISHED BOOKS dari tahun lalu bahkan dari tahun-tahun sebelumnya:

1. A Walk To Remember by Nicholas Spark
Aku punya novel ini dalam bentuk PDF, dan dapat gratis pula dari salah satu teman grup Metropop Bangets, Hidya. Nggak ada yang salah dengan cerita ini. Nggaaaaaak sama sekali -aku termasuk penggemar Nicholas Spark-. Yang salah karena ternyata aku nggak cocok baca dalam bentuk PDF dan harus nengokin layar laptop atau handphone berjam-jam. Jadilah terpaksa novel ini ada di daftar buku yang nggak selesai-selesai dibaca. Mungkin nanti mendingan beli novelnya aja yang sudah dicetak.
2. Geek In High Heels by Octa NH

Cover-nya yang eye catching-lah, yang bikin aku tertarik beli novel ini. Dan kalau nggak salah ingat, promosinya di twitter juga bikin aku makin semangat membeli novel dengan kategori chiclit ini. Tapi pas baca, ups, aku langsung kehilangan mood. Gimana yah menjelaskannya? Kategori chiclit memang sesuai labelnya yah, yang ringan-ringan saja. Tapi ceritanya terlalu ringan menurut aku, bikin aku cepat menguap dan lebih memilih menutup novel ini. Sampai sekarang pun masih belum mau melirik novel ini lagi.
3. Run To You by Indah Hanaco
Alasan aku mengincar novel ini dan beberapa karya lainnya Indah Hanaco nggak lain karena penasaran dengan komentar teman-teman di grup. Novelnya baguslah, cowoknya bikin meltinglah dan lain sebagainya. Dari 4 novel yang aku beli, Run To You jadi novel pertama yang aku baca. Cukup tebal juga novelnya, dan belum sampai setengah, aku menyerah. Dataaaaaaar meeeeeeen -ditimpuk fans Indah Hanaco-. Emang iya sih, kalau ada di dunia nyata karakter seperti Melvin, pasti cewek-cewek klepek-klepek. Cuma aku kurang dapat saja feel-nya. Yah, mungkin Indah Hanaco bukan seleraku. Dari 4 novel yang aku beli, baru satu yang aku baca sampai selesai. Kesannya sih sama, tapi aku masih lebih menikmati novel yang satunya, dan karena lebih tipis jadi kelar bacanya.
4. Prey by Linda Howard
 Novel ini aku dapat sebagai hadiah acara tukar kado dalam rangka 1 tahun grup Metropop Bangets. Big thanks to Denok yang sudah memilih novel ini sebagai kado dari dua novel lainnya yang ada dalam daftar. Tahu banget berapa harga novel ini pas baru rilis. Ceritanya menarik sebenarnya dan nggak membosankan. Tapi aku mengharapkan jalan cerita yang dapat memacu adrenalin. Sinopsisnya menarik, dan aku sebenarnya sudah hampir selesai membacanya saat ceritanya aku rasa jadi kurang seru lagi. Itu alasannya kenapa aku berhenti baca. Mungkin setelah memposting ini, aku akan melanjutkan membaca novel satu ini.
5. Ally: All These Lives by Arleen A
Aku penasaran dengan novel ini saat pernah ikutan kuisnya -mengomentari first chapter ceritanya-. Tapi aku nggak beruntung saat itu -dan saat-saat lainnya, karena aku jarang menang GA-. Nah, berhubung sudah baca first chapter-nya, yang memang berhasil membangkitkan rasa penasaran, aku belilah novelnya. Awal-awal masih menikmati ceritanya, masih penasaran ini si Ally kenapa sih? Tapi lama-lama kok malah datar yah? Ditambah font-nya yang kecil, membuat rasa malas yang sudah bersarang lama banget dalam diri aku ini menjadi-jadi. Berakhirlah novel ini di bagian rak buku-buku yang belum selesai dibaca.

Untuk saat ini, alhamdulillah cuma 5 novel aja yang nggak kelar-kelar bacanya. Nggak berharap bertambah lagi sih daftarnya, bahkan aku berharap agar novel-novel di atas bisa secepatnya diselesaikan.
Demikianlah pengakuan dosaku soal buku-buku yang belum selesai dibaca. Semoga, nggak ada yang bakalan mengikuti jejak yang bikin mubazir ini hehehe. Di postingan selanjutnya, aku akan share novel-novel favorit di tahun 2015 lalu.

4 Januari 2016

WRAP UP "KARYA" DINI NOVITA SARI READING CHALLENGE

Diposting oleh Mellisa Assa di 10:17:00 AM 0 komentar Link ke posting ini

Saatnya wrap up reading challenge yang satu ini. Dari 23 "karya" Dini baik yang di-edit atau yang di-proofread, aku hanya berhasil membaca 10 buku saja.
Berikut daftar buku "karya" Dini yang berhasil aku baca dan menulis reviewnya:
1. Bonus Track by Koshigaya Osamu
Novel ini menceritakan persahabatan yang tak biasa antara Kusano dan Ryota. Kenapa tak biasa karena Ryota adalah arwah penasaran yang belum bisa meninggalkan dunia karena penabraknya belum ditemukan.
Review lengkap di sini: 
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-bonus-track-by-koshigaya.html
2. Moon In The Spring by Hyun Go Wun
Novel ini menceritakan kisah Dale-He, seorang manusia yang sedang dalam proses penyempurnaan menjadi dewi. Ketika nyaris dimangsa harimau saat kecil, Dal He dan kakaknya ditolong oleh dewa langit. Untuk menjadi seorang dewi seutuhnya, Dal He harus menjalani beberapa reinkarnasi. Tapi Dal He malah mengacau dengan merasuki tubuh Ji Wan yang sudah meninggal untuk memberi pelajaran pada tunangannya Ji Wan, Kang Min Hyuk yang dingin dan tak berperasaan. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-moon-in-spring-by.html
3. You Are The Apple Of My Eye by Giddens Ko
Novel ini merupakan kisah nyata penulis di masa SMP dan SMA-nya dimana dia dan teman-temannya sangat memuja Shen Jiayi. Bersiap-siap dibikin terpingkal-pingkal dengan tingkah laku dan keusilan Ke Jingteng. Novel ini bahkan sudah dibuatkan filmnya. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/02/books-review-you-are-apple-of-my-eye-by.html
4. Single Ville by Choi Yun Kyo
Novel ini menceritakan keseruan yang terjadi si Single Ville. Hunian yang terdiri atas enam rumah untuk enam orang yang memilih hidup lajang dan beruntung terpilih dari seleksi ketat. Syaratnya satu, tidak boleh saling jatuh cinta. Tapi cerita lebih berfokus ke Yun Seong dan Hyeon Ah. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/05/single-villes-review.html
5. Girls In The Dark by Akiyoshi Rikako
Novel ini yang menjadi favorit aku dari sembilan novel lainnya. Novel ini bercerita dalam bentuk cerita pendek yang ditulis setiap anggota klub sastra dan menceritakan kesan mereka mengenai sosok Shiraisi Itsumi. Mantan ketua klub sastra yang meninggal karena jatuh dari lantai 2 sekolah mereka. Dan setiap cerita pendek yang mereka tulis merujuk ke dugaan siapa yang mendorong Itsumi. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/08/girls-in-darks-review.html
6. Who Are You by Lim Eun Hee
Masih bergenre romance, novel ini menceritakan kisah cinta antara Ah Ri dan Yoon Ian. Awalnya mereka tidak saling mengenal, tapi Ah Ri selalu memimpikan sosok Yoon Ian. Sampai akhirnya mereka bertemu secara tak sengaja. Tapi kehadiran Kim Gana yang sudah lama jatuh cinta pada Yoon Ian, tidak mempermudah jalinan cinta antara keduanya. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/who-are-you-by-lim-eun-hee.html
7. Pangeran Kertas by Syahmedi Dean
Menceritakan kisah Nania yang suka menulis puisi dan jatuh cinta pada Raka, asisten penulis naskah di sinetron yang dibintangi ayahnya. Saling jatuh cinta, tapi kesalahpahaman membuat cinta keduanya tak berujung. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/pangeran-kertas-by-syahmedi-dean.html
8. Cheeky Romance by Kim Eun Jeong
Novel ini menceritakan kisah Yoo Chae dan Yoon Pyo, yang awal pertemuan mereka menjadi bencana bagi Yoo Chae. Keduanya mendapat julukan ibu hamil nasional dan dokter nasional. Tapi pertemuan yang intens diantara keduanya, membuat mereka jadi melihat sisi yang berbeda dari kepribadian mereka masing-masing. Dan muncul benih cinta diantara keduanya, tapi masalah lain muncul yang membuat Yoo Chae kembali memikirkan perasaannya untuk Yoon Pyo. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/cheeky-romance-by-kim-eun-jeong.html
9. Fangirl by Rainbow Rowell
Novel young adult ini menceritakan kisah Cath di awal masuk kuliah. Dicampakkan saudari kembarnya Wren yang tidak mau sekamar dengannya, punya teman sekamar yang eksentrik dan selalu membawa pacarnya ke kamar tapi sepertinya pacarnya tertarik dengan Cath, teman sekelas yang mencuri idenya, dan kondisi ayahnya yang labil. Selain kisah Cath, novel ini juga menyelipkan kecintaan Cath terhadap Simon Snow sampai dia membuat fanfiksi dan Cath terkenal di dunia maya. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/fangirl-by-rainbow-rowell.html
10. Sweet Home by Adeliany Azfar
Novel ini jadi penutup buku yang aku baca di tahun 2015. Menceritakan kisah Emily yang galau setelah diputuskan pacarnya Matthew dan sahabat plus tetangganya, Mary, pindah dari Sweet Home. Tapi kemunculan Tyler Adams membuat hidup Emily bak roller coaster. Sebentar tenang, sebentar emosi. Tyler juga membuat Matthew cemburu dan pada akhirnya meminta Emily untuk kembali pacaran dengannya. Review lengkap di sini:
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/sweet-home-by-adeliany-azfar.html
Gagal target sebenarnya ini karena aku sudah niat membabat habis semua novel "karya" Dini. Tapi memang 2015 jadi tahun dimana mood aku terjun bebas. Mungkin karena terlalu getol di awal sampai otakku berasap dan jadi bosan di pertengahan tahun. Alhasil, aku harus mati-matian mengejar target di dua bulan terakhir tahun 2015. Kalau tahun lalu aku bisa baca sampai 56 buku, tahun ini turun jadi 51 buku saja.
Yah sudahlah, yang telah berlalu nggak usah disesali lagi. Tahun ini aku berharap bisa mempertahankan mood membaca aku agar tidak terjun bebas seperti tahun sebelumnya, dan semoga reading challenge yang aku ikuti bisa terpenuhi semuanya.

 

WRAP UP AKU CINTA KAMU READING CHALLENGE 2015

Diposting oleh Mellisa Assa di 8:56:00 AM 0 komentar Link ke posting ini





Haii-haiiiii,,,tidak terasa yah sudah tahun 2016. Waktunya memposting wrap up reading challenge yang aku ikuti di tahun 2015. Proses membaca aku tahun ini benar-benar terjun bebas. Mood baca entah hilang entah kenapa, dimana ada kali nyaris empat bulan aku nggak baca satu buah novel pun. Alhasil, aku harus mengurangi target membaca aku di Goodreads, dari 56 menjadi 45 buku saja. Dan syukurlah, aku berhasil menyelesaikan tantangan membaca.
Aku Cinta Kamu Reading Challenge yang aku ikuti ini, persyaratannya adalah harus membaca novel-novel berlini metropop, amore dan teenlit/young adult. Dengan level tantangan sebagai berikut:

  • Aku Mengagumimu: 1-10 buku
  • Aku Menyukaimu: 1-20 buku
  • Aku Menyayangimu: 21-30 buku
  • Aku Mencintaimu: 31+ buku
Dan aku hanya berhasil menyelesaikan level tantangan AKU MENYUKAIMU dengan berhasil membaca dan membuat review 17 novel dengan lini metropop, amore dan teenlit/young adult. Yah, aku gagal mencapai level Aku Mencintaimu, padahal aku sudah menyusun novel-novel yang masuk dalam Reading Challenge ini di rak tersendiri. Salahkan mood membaca yang sempat menguap T.T
Berikut ini adalah urutan novel yang berhasil aku selesaikan plus membuat reviewnya tahun ini. 
JANUARI
1. Twivortiare 2 by Ika Natassa
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-twivortiare-2.html
2. 57 Detik by Ken Terate
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-57-detik-by-ken-terate.html
3. Cinta Paket Hemat by Retni SB
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-cinta-paket-hemat-by-retni.html
4. The Mediator: Darkest Hour by Meg Cabot
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/judul-mediator-darkest-hour-penulis-meg.html
5. Touche by Windhy Puspitadewi
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/01/books-review-touche-by-windhy.html
FEBRUARI
6. Lukisan Keempat by Rina Suryakusuma
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/02/books-review-lukisan-keempat-by-rina.html
7. Love Bites by Edith PS
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/02/books-review-love-bites.html
8. A Week Long Journey by Altami ND
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/02/books-review-week-long-journey-by.html
9. Two Lost Souls by Pia Devina
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/02/two-lost-souls-ketika-dua-hati-yang.html
MEI
10. In A Blue Moon by Pia Devina
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/05/in-blue-moonsaat-benci-dan-cinta-hanya.html
11. Kismet by Nina Addison
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/05/kismet-by-nina-addison.html
12. Mahogany Hills by Tia Widiana
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/05/novel-amores-review-mahogany-hills-by.html
DESEMBER
13. Learning To Love by Eni Martini
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/learning-to-love-by-eni-martini-novel.html
14. Pangeran Kertas by Syahmedi Dean
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/pangeran-kertas-by-syahmedi-dean.html
15. Forever Monday by Ruth Priscilia Angelina
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/forever-monday-by-ruth-priscilia.html
16. Daisy Flo by Yennie Hardiwidjaja
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/daisyflo-by-yennie-hardiwidjaja-novel.html
17. Kata Dalam Kotak Kaca by Pia Devina
http://mishapink.blogspot.co.id/2015/12/kata-dalam-kotak-kaca-by-pia-devina.html
Nah, demikian wrap up Aku Cinta Kamu Reading Challenge dari aku. Semoga 2016 ini lebih rajin lagi membaca dan menulis review-nya. Dan buat host-nya, tahun ini diadakan lagi yah reading challenge yang seperti ini :)
 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor